Sayangku….
Akhirnya hari ini aku telah menyelesaikan run yang ke-3.
Ternyata methanolisis trigliserida memang harus
berlangsung secara endotermis
dengan bantuan katalis basa Grace Davison pada suhu optimal 70oC.
Begitu banyak design proses
stoikiometri yang berwujud
persamaan neraca massa dan energy balance
yang telah kita kalkulasi selama ini.
Baik itu berupa laju alir volumetric,
konsentrasi slurry,power pump, pressure drop, friction factor
serta heat loss yang mudah sekali berubah seiring waktu
yang mengikuti persamaan integral dT/dx.

Aku masih ingat ketika menghitung Reynold Number-mu.
Ternyata NRe-mu lebih dari 10.000
yang menandakan keturbulenan pola aliran asmaramu.
Aku memang terlalu egois
dalam mengatur sistem control emosimu,
temperatur hatimu dan konsentrasi perasaanmu.
Aku begitu egois untuk merubah transformasi dirimu.
Semua itu kulakukan semata-mata
supaya termodinamika reaksi kita berlangsung secara efektif dan efisien.
Agar reaktan cinta kita terkonversi sempurna 100%
dengan reaction yield lebih besar dari 85%.

Sayangku….
Seandainya kita bisa saling mentransfer panas asmara kita.
Tak peduli apakah itu secara konduksi, konveksi ataupun radiasi.
Asalkan sesuai dengan hukum relativitas einstein E=mc2
dan persamaan ideal PV=nRT.
Pastilah molekul cintaku dan cintamu bersatu
membentuk suatu senyawa stabil
dengan ikatan atom rangkap yang kuat,
tidak bisa dipengaruhi oleh daya tarik radikal bebas
yang tidak bertanggungjawab dan mengotori permukaan aktifnya.

Aku yakin sekali,
kita pasti bisa membentuk suatu larutan yang homogen
dimana pada setiap titik dalam lerung hati kita
memiliki konsentrasi yang sama.

Walaupun sekat-sekat di hati kita begitu kuat dan tebal,
bukankah konsentrasi hati kita juga bisa sama jika kita merendahkan diri untuk berdifusi? Biarlah aku saja yang berdifusi,
kan konsentrasiku lebih tinggi dibandingkan konsentrasimu?

Senyawa cinta kita pasti aman untuk disimpan karena flash point-nya tinggi.
Viskositas yang rendah,
serendah viskositas solar sebelum diinjeksikan ke dalam ruang bakar mesin diesel.

Dan juga boiling point yang tidak melebihi 100oC,
serta tidak se-eksplosif trinitrogliserin.
Dan aku juga tak ingin struktur cinta kita
serumit polimer plastis sintetis,
apalagi sebesar bobot enzim yang berperan sebagai biokatalis.

Sayangku….
Aku tak peduli apa kata Perry,. Mc Cabe, Geankoplis,
Brownell, Coulson, Smith, Van Ness
maupun Himmelblau tentang design reactor cinta kita.
Biarlah kita merancang sendiri
seberapa tinggi kolom destilasi kita.
Seberapa tebal flanges kita.
Kalau cost estimation-nya sesuai,
aku akan membuatmu sekokoh cooling tower
dan seanggun evaporator,
dan secantik continuous stirred tank reactor.

Aku akam melengkapimu dengan heat exchanger,
vaporizer, condenser,coil, filters, buble cup, tanki storage,
bahkan kalau perlu aku tambahkan kolom fraksionasi hidrokarbon.
Dan sebagai agitatormu aku tambahkan picth blade turbine saja ya.

Sayangku….
Maaf kalau selama ini
aku disibukkan dengan Operasi Teknik Kimia,
Aplikasi dan Komputasi Numeris.
Setiap hari aku selalu berhadapan
dengan mbak Termodinamika Teknik Kimia,
teman akrabku adalah mas Transfer Massa-Panas dan Momentum, masKalkulus
dan teman diskusiku adalah si kembar imut Teknik Reaksi Homogen-Heterogen,
serta teman kostku adalah om Chemical Engineering Design,
serta miss cantik Proses Industri Kimia
yang selalu datang dalam setiap mimpiku
dan sangat mempesona hasrat intelektualku.

Maaf juga kalau secara sembunyi-sembunyi
aku berkencan dengan fixed bed reactor,
pacaran sama Evaporator, dinner sama plugflow reactor,
dan malam mingguan dengan fermentor.

Tapi saat ini aku benar-benar jatuh cinta padamu.
seriusss
teknik kimia
Kasih….
Matamu biru seperti kristal tembaga sulfat
Bibirmu merah seperti kobalt
Kulitmu kuning langsat seperti tembaga klorida
Rambutmu hitam seperti karbon
Gigimu putih seperti kristal gula pasir
Baju hijaumu sangat cantik
Bagai warna tembaga asetat
Namun mengapa….
Hari ini wajahmu pucat pasi
Seperti putihnya magnesium hidroksida
Reaksi apa yang terjadi diwajahmu…
Raut mukamu mendung
Seperti gula yang dituangi asam sulfat
Ada apa denganmu….
Ternyata hatimu beku…
Mungkinkah aku bisa memberimu garam dapur
Agar air cintamu tidak membeku
Engkau menghilang bagai air jeruk yang ditetesi iodin
Hilang dan tidak pernah terlihat….
Ketika hatiku pengap bagai di ruang asam kau datang membawa kesegaran aroma asam butirat Tapi jangan khawatir cinta kita bisa dikatalis pake selen supaya cepat tumbuh. Masih ingatkah engkau waktu penetapan kadar protein? nah, selenium dan asam sulfat bisa membuat daya dobrak pemanasan makin oke.. Jika masih belum puas dan percaya dengan keyakinan cintaku padamu, […]

Unsur tulus dan kasih sayangmu
Bereaksi dalam gelas hati dan tabung jiwaku
Membentuk senyawa cinta dan rindu

Semakin lama
Ssenyawa itu semakin mengendap dan mengerak di hatiku
Tak bisa diurai meski dengan hidrolisis

Perasaanku telah sadah olehmu
Hingga tak mampu bereaksi dengan sabun manapun
Pemanasan, penukar resin, natrium karbonat
Semua tlah ‘ku coba tapi tetap tak bisa

Ataukah ku jatuh cinta?

Mungkin senyawa itu berikatan tetrahedral
Bukan pentahedral apalagi Van der Walls

 

***

 

Ku coba bangun titian
‘Tuk lewati laju reaksi kesedihan
Tembus dan biaskan kesepian
Belokkan ke arah kebahagiaan

Tahap demi tahap reaksi ‘ku lalui
Capai asa yang rasanya terlalu tinggi
Hingga ku sampai pada akhir reaksi
Meski lambat jadi penentu yang pasti

Ku tahu tumbukan cobaan selalu hadir
Halangi niatku yang tak sesuai dengan takdir
Namun tumbukan efektif pasti kan mampir
Menyapa dan memunculkan reaksi akhir

Kini…
Suhu hidupku meningkat pesat
Hadirkan energi kinetik pada molekul batin yang rapat
Hingga ‘ku mampu bersentuhan tanpa sesat
Gapai akhir bahagia yang bukan sesaat

Anganku…
Kini ‘kan terwujud
Tertembus oleh tekad yang tulus
Dengan bantuan katalis yang mulus
Tanpa berharap balasan fulus

Puisi aLa KiMia

senyum manismu bagaikan NaOH pekat
yang menetes perlahan dari buret Schelbagh
menimpa HCl dalam erlenmeyer jiwaku
kuaduk perlahan dengan magnetic stirrer
membasakan PH suasana hatiku
hingga Phenolptalin memerah.
Ketika hatiku pengap bagai di ruang asam
kau datang membawa kesegaran aroma asam butirat
Tapi jangan khawatir cinta kita bisa dikatalis pake selen supaya
cepat tumbuh. Masih ingatkah engkau waktu penetapan kadar protein?
nah, selenium dan asam sulfat bisa membuat daya dobrak pemanasan
makin oke..
Jika masih belum puas dan percaya dengan keyakinan cintaku padamu,
bawalah indikator phenol ptealin, celupkan di dasar hatiku, jika
berubah warna, maka itu artinya cintaku palsu. dan itu tidak akan
terjadi padaku
Tapi adikku, jangan kau balas cintaku dengan keputusan serumit rantai
DNA, apalagi jika aku tak punya enzim semangat untuk memutus
rangkaian itu. ZDaripada kau buat rekayasa genetika di lab tanaman,
lebih baik buat rekayasa cinta seperti yang dinyanyikan Camelia
Malik…
Mencintaimu
Seperti berusaha mengisi unsur tanpa elektron sunyi
Percuma kau telah terisi tak ada lagi ruang kosong dihatimu
Bagaimana kubisa bersama mu kalau seperti itu?
Kau terlalu jauh untuk kugapai
Walau aku telah menambahkan asam kuat pekat
PHku tetap tak bisa menyamaimu
Akupun tak bisa seperti Mn dan Cr
Yang selalu bersama-sama
Akhirnya…………
Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan
Memandangmu penuh kekaguman
Tanpa reaksi yang berarti
Saat kau tersenyum
Kusembunyikan hatiku
Karena senyummu selalu
memancarkan spektrum-spektrum emisi

yang dapat mencapai lamda maks dihatiku
aku takut. Aku takut
bila grafik dihatiku telah mencapai lamda maks
dan tiba-tiba nilai lamda yang kudapat selajutnya harus jatuh
apa yang harus kuperbuat dengan hatiku ini?
Yang terlanjur larut dalam cinta
Tolong aku tak mau tersakiti
Oleh korosifnya cinta
Apa yang harus kuperbuat?
Untuk mencapai titik akhir cintaku
Dan mendapatkan warna lembayung yang indah
Seperti siluet senja ketika malam menjemput

Struktur Atom dan SPU

Hidupku…..
Tersudut pada orbital yang sepi
Tanpa sahabat menemani
Sirna….. semua tereksitasi
Andai ku mampu…..
Kan kupromosikan elektron hatiku
Tuk beri gelombang kebolehjadian
Pada hatimu yang mendualisme
Namun…..
Ku harus ikuti aturan Hund di kalbu
Sendiri dalam orbital yang sunyi
Menanti hadirnya elektron hatimu
Kini….. hidupku tlah berubah spin
Hingga tak bisa menyatu denganmu
Selalu berlawanan arah
Meski…. dalam orbital hati yang sama
Sahabatku…..
Tak dapatkah hatimu mendipol sesaat
Dengan induksi senyumku yang menebar
Tuk berhibridisasi dengan orbital hatiku
Kesetiaanmu hanyalah kebolehjadian
Kadang kutemukan elektron sayang di kalbumu
Namun kadang kau bak pasangan elektron bebas
Menjauh dan tak mampu ku merengkuhmu
Sahabatku….
Ku ingin kau berbaur denganku seperti dulu
Merangkai orbital hibrida persahabatan yang baru
Dalam kuantum hati yang mengharu biru

 

Termokimia
Kemarau…
Terasa membakar entalpi kepalaku
Menguras habis energi dalamku
Hingga tak mampu ku bertumpu
Apa yang salah dengan sistem bumi ini
Hingga hujan tak kunjung ke bumi
Tuk sirami lingkungan yang panas dan mati
Akibat banyaknya tuangan kalori
Oh… kapankah titik air kan bertamu
Satukan energi ikatan dalam diriku
Hadirkan gairah energetika jiwaku
Jauhkan eksoterm siksaan panas di kalbu
Tuhan …….
Berapa jauh ku tlah melangkah
Tuk temukan usaha yang berkah
Rindukan hujan kan merekah
Ku tahu meski jalanku berliku
Semua berujung pada keridloanMu
Layaknya Hukum Hess ke arah yang satu
Karna alam adalah fungsi keadaan diriMu