PERTANYAAN DAN JAWABAN PRESENTASI PENCEMARAN AIR

Kelompok 5 :

  • Pipih Latipah
  • Rumsiah
  • Salbiah
  • Sri Rahayu
  • Tribekti

 

  1. Bagaimana mekanisme dampak merkuri yang masuk dalam tubuh. Apakah menggangu kerja enzim?

Jawab :

Merkuri sangat berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh karena dapat menimbulkan toksisitas yaitu terjadinya keracunan dalam tubuh manusia yang diakibatkan oleh bahan berbahaya yang mengandung logam beracun. Ion merkuri menyebabkan pengaruh toksik karena terjadinya pengaruh proses presipitasi protein yang menghambat aktivitas enzim dan bertindak sebagai bahan yang korosif. Merkuri merupakan salah satu logam yang mempunyai afinitas sangat besar terhadap belerang. Logam ini dapat menyerang ikatan-ikatan belerang dalam enzim-enzim sehingga enzim yan bersangkutan menjadi tidak berfungsi. Gugus protein, asam karboksilat dan amino juga dapat diserang oleh logam berat ini. Selain itu merkuri dapat terikat dengan fosforil, karboksil, amida, dan amino, dimana dalam gugus tersebut merkuri menghambat reaksi enzim.

 

  1. Air sadah mengandung Mg, bagaimana jika air pemukiman juga mengandung Mg apakah dampak dan efeknya sama dengan air sadah yang mengandung Mg?

Jawab

Dampak magnesium terhadap lingkungan:

Masalah lingkungan secara tidak langsung disebabkan oleh magnesium dalam air. ion Kalsium dan magnesium memberikan pengaruh negatif terhadap kekuatan pembersihan deterjen karena bentuk garam Kalsium dan magnesium ini hampir tidak larut dengan sabun.

Dampak magnesium terhadap kesehatan:

Pada tubuh manusia mengandung sekitar 25 g magnesium, dimana 60% hadir dalam tulang dan 40% hadir dalam otot dan jaringan lain. Ini merupakan mineral makanan bagi manusia, salah satu unsur mikro yang bertanggung jawab untuk fungsi membran, transmisi saraf stimulan, kontraksi otot, konstruksi protein dan replikasi DNA. Magnesium adalah unsur dari banyak enzim. Magnesium dan kalsium sering melakukan fungsi yang sama dalam tubuh manusia dan umumnya antagonis.
Tidak ada kasus yang diketahui keracunan magnesium. Pada dosis besar magnesium oral dapat menyebabkan muntah dan diare. Dosis tinggi magnesium dalam obat-obatan dan suplemen makanan dapat menyebabkan berkurangnya otot, saraf, depresi dan perubahan kepribadian.  Seperti disebutkan sebelumnya, tidak biasa untuk memperkenalkan batas-batas hukum untuk magnesium dalam air minum, karena tidak ada bukti ilmiah toksisitas magnesium. Dalam senyawa lain, untuk asbes misalnya, magnesium mungkin berbahaya.

  1. Pada saat mendidihkan air, apakah bahan pencemar akan 100% hilang ketika air itu dipanaskan?

Jawab :

Pada air yang mengandung bahan pencemar (terkandung logam-logam) ketika dipanaskan tidak akan seluruhnya hilang. Salah satu proses untuk mengurangi kadar bahan pencemar dalam air, diantaranya :

  1. Pada saat proses pemanasan, Air harus sampai mendidih kira-kira sampai 1000C.
  2. Setelah proses pemanasan, air tersebut simpan dalam sebuah wadah kemudian didiamkan beberapa saat kira-kira 1 – 5 menit. Hal ini dilakukan agar bahan pencemar dapat mengendap dan dihasilkan bahan pencemar dengan ukuran butir partikel bahan pencemar agak besar (Untuk mempermudah proses penyaringan).
  3. Proses penyaringan. Pada proses ini, air disaring menggunakan peenyaring atau kain penyaring untuk memisahkan air dan bahan pencemar yang sudah mengalami proses pengendapan.

 

 

  1. Air yang ada diselokan pernah ada yang menjadikan air bersih apakah benar dan bagaimana prosesnya?

Jawab :

Benar, air selokan dapat digunakan dan layak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Namun air selokan tersebut harus mengalami proses pengolahan sehingga menghasilkan air yang layak pakai sebagaimana pengolahan yang dilakukan oleh IPAL. Proses pengolahan air selokan (mengandung limbah) tersebut yang dilakukan oleh IPAL Bandung terdiri dari dua proses utama, yaitu proses fisik dan biologi :

  1. Proses fisik

Proses fisik yaitu memisahkan air limbah dari sampah-sampah, pasir, dan padatan lainnya sehingga proses pengolahan biologi tidak terganggu.

Tahapan–tahapan proses fisik pada Instalasi (IPAL) Bojongsoang, diantaranya :

1)   Saluran Masuk Air Limbah Domestik (Open Channel)

Pada saluran open channel air limbah domestik dikondisikan sedemikian rupa sehingga ketika air limbah masuk ke unit pengolahan utama tidak mengganggu proses yang ada. Proses ini juga digunakan untuk mengurangi beban pada pengolahan utama.

2)   Bar Screen ( Pemisah Sampah Kasar Manual)

Langkah awal dalam pengolahan air limbah adalah membersihkan partikel-partikel besar yang mengapung dan tersuspensi. Dimensi dan ukuran screen dipengaruhi oleh parameter – parameter sebagai berikut : Kecepatan aliran air limbah pada screening channel (saluran screening) tidak boleh dibawah kecepatan pembersihan diri (cleansing self ) sebesar 37.5 cm/dtk.

Air buangan yang telah melewati bar screen kemudian dikumpulkan pada sumur pengumpulan selanjutnya dipompakanmenuju instalasi pengelolaan.

3)   Sump Well (Sumur Pengumpul)

Langkah selanjutnya air limbah yang sudah melewati Bar Screen (Saringan Kasar) masuk menuju sumur pengumpul, fungsi dari sumur pengumpul adalah untuk mengatasi masalah operasional yang disebabkan oleh debit yang bervariasi, untuk meningkatkan hasil dari pelaksanaan proses selanjutnya dan meminimalkan ukuran dan biaya dari fasilitas pengolahan hilir. Digunakan untuk melakukan netralisasi, pendinginan, dan memperkecil beban kandungan beban limbah sebelum masuk ke pengolahan biologis.

4)   Screw Pump(Pompa Ulir)

Langkah selanjutnya adalah memompa air limbah menggunakan Screw Pump

agar air limbah dapat naik menuju ke atas menuju saringan halus (Mechanical Bar Screen). Waktu pengumpulan pada sumur pengumpulan tidak  boleh terlalu lama, pompa Screw Pump di Instalasi Bojongsoang akan bekerja secara otomatis ketika air limbah yang dikumpulkan pada sumur pengumpul mengenai kutub kabel yang dihubungkan dengan tombol operasi mesin Screw Pump.

5)   Mechanical Bar Screen ( Saringan Halus)

Setelah melewati proses pemompaan, air limbah domestik akan masuk kedalam Mechanical Bar Screen yang merupakan alat mekanis berupa mesin penghalus atau pemarut berfungsi untuk menghaluskan / menghancurkan padatan kasar, sehingga mempunyai ukuran kecil yang seragam. Mechanical Bar Screen (Saringan Halus) terdiri dari sebuah tabung berongga yang terbuat dari besi yang berputar secara terus menerus pada sumbu vertikal dengan sumber tenaga darimotor listrik. Pada tabung ini merupakan suatu saringan yang mempunyai gigi-gigi pemotong yang tajam lalu sampah yang berasal dari Mechanical Bar screen akan dipadatkan oleh Screen Press lalu masuk kedalam kontainer sampah.

6)   Sedimentasi pada Grit Rake dan Grit Chamber

Setelah air limbah melalui proses di Mechanical Bar Screen (saringan halus), lalu air limbah masuk ke proses penyaringan dan pengerukan pasir-pasir halus yang dilakukan oleh Grit Rake dan Grit Chamber  di bagian ini dilakukan proses pemisahan padatan dalam air limbah berdasarkan perbedaan berat jenisantara padatan dan air. Pada proses sedimentasi padatan akan mengendap dengansendirinya,

  1. Proses biologi

Proses biologi yaitu mengolah air limbah sehingga parameter  Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand  (COD), Dissolved Oxygen (DO), kandungan bakteri Coli,kandungan logam berat, dan lainnya yang memenuhi daya dukung lingkungan badan air di mana air limbah yang sudah diolah ini akan dibuang.

Setelah melalui proses fisik, air limbah akan masuk ke dalam proses biologi. Ditinjau dari kebutuhan oksigen, maka proses ini dapat dibedakanmenjadi dua jenis yaitu proses aerob yang berlangsung dengan hadirnya oksigen dan proses anaerob yang berlangsung tanpa adanya oksigen.

  1. Cara menghilangkan nitrat ada tiga metode? Jelaskan?

Jawab :

Tiga metode untuk menghilangkan nitrat dalam lingkungan, diantaranya :

  1. Demineralisasi

Demineralisasi akan mengurangi kadar nitrat dan mineral lain di dalam air. Dalam hal ini, penyulingan air adalah yang paling efektif. Pertama air dipanaskan, setelah itu uap air yang terbentuk dipindahkan ketempat lain yang lebih dingin sehingga terbentuk air kembali dan sisa mineral yang tertinggal akan mengendap di dasar pemanas. Proses ini memerlukan energi dan tenaga yang sangat besar.

  1. Pertukaran ion

Cara ini adalah dengan menukar substansi lain yang serupa sehingga akan mengambil alih tempat yang seharusnya diikat oleh nitrat. Zat yang sering digunakan adalah klorida yang relatif kurang berbahaya.

  1. Pencampuran

Cara ini adalah dengan mencampurkan air yang telah dicemari nitrat dengan air dari sumber yang berbeda dan mempunyai kadar nitrat yang rendah, sehingga dengan pencampuran kedua air ini diharapkan kadar nitrat dapat diturunkan.

 

  1. Pada rumah sakit, biasanya air yang digunakan berbau dan berwarna, apakah itu layak pakai?

Jawab :

Tidak, karena air yang berbau dan berwarna tidak termasuk kedalam ciri-ciri air yang layak pakai. Ciri-ciri air yang layak pakai yaitu air harus jernih dan tidak keruh, tidak berwarna, rasanya tawar, tidak berbau, derajat keasaman/ pHnya netral, tidak mengandung zat kimia, kesadahannya rendah, dan tidak mengandung bakteri patogen.

 

  1. Peptisida banyak mengandung bahan pencemar bagaimana cara menanggulanginya dengan cara yang alami dan buatan?

Jawab :

Penggunaan limbah pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. limbah pestisida mempunya aktivitas dalam jangka yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. pestisida terdiri dari pestisida buatan dan pestisida alami. seperti kita ketahui pestisida yang dapat mencemari lingkungan (air) adalah pestisida buatan. cara menanggulanginya adalah dengan menggunakan pestisida yang alami. salah satu kelebihan pestisida yang alami adalah ramah lingkungan karena terbuat dari rempah-rempah.

 

  1. Merkuri adalah logam berat, bagaimana merkuri dalam perairan? Dan bagaimana cara menanggulangi nya dalam air?

Jawab :

  • Ø Perairan yang telah tercemar logam berat merkuri bukan hanya membahayakan komunitas biota yang hidup dalam perairan tersebut, tetapi juga akan membahayakan kesehatan manusia. Hal ini karena sifat logam berat yang persisten pada lingkungan, bersifat toksik pada konsentrasi tinggi dan cenderung terakumulasi pada biota. Senyawa metil merkuri yang merupakan hasil dari limbah penambangan emas masuk ke dalam rantai makanan, terakumulais pada ikan dan biota sungai. Oleh karena itu manusia akan mengalami keracunan jika memakan ikan dan biota perairan yang tercemar logam tersebut. Disamping itu pula, Adanya merkuri dalam perairan sangat berbahaya yang dapat menyebabkan toksisitas karena mengingat air merupakan sumber kebutuhan utama manusia. Pengaruh dari toksisitas merkuri terhadap tubuh  antara lain : kerusakan syaraf, termasuk menjadi pemarah, paralysis, kebutaan atau gangguan jiwa, kerusakan kromosom dan cacat bayi dalam kandungan.Adapun gejala ringan akibat keracunan merkuri adalah depresi dan suka marah-marah yang merupakan sifat dari kejiwaan.
  • Ø Penanggulangan terhadap perairan yang mengandung merkuri

Pencemaran air oleh merkuri tidak bisa diatasi hanya dengan cara penyaringan, koagulasi kopulasi, pengendapan, atau pemberian tawas. Hal ini karena merkuri di air berbentuk ion. Cara terbaik untuk menghilangkan merkuri dalam air ini, yaitu :

  1. Dengan pertukaran ion.

Yaitu mempergunakan suatu resin yang mampu mengikat ion merkuri hingga menjadi jenuh, kemudian diregenerasi kembali dengan penambahan suatu asam, sehingga merkuri bisa dinetralisir. Namun karena biaya ionisasi ini sangat mahal, maka biaya termurah dan terbaik adalah dengan mencegah merkuri tidak masuk perairan.

  1. Penyulingan.

Cara ini pun biaya yang akan dikeluarkan untuk penyulingan pun sangat mahal.

 

Selain itu juga, suatu laporan yang dibuat oleh Enviromental Protection Agency (EPA) memuat beberpa rekomedasi untuk mencegah terjadinya pencemaran merkuri di lingkungan. Rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut :

  • Ø Pestisida alkil merkuri tidak boleh digunakan lagi.
  • Ø Penggunaan pestisida yang menggunakan komponen merkuri lainnya dibatasi untuk daerah-daerah tertentu.
  • Ø Semua industri yang menggunkan merkuri harus membuang limbah industri dengan terlebih dahulu mengurangi jumlah merkurinya sampai batas normal.

 

  1. Apa parameter air bersih? Bagaimana cara sederhana untuk mengetahui bahwa air rumah tangga itu bebas dari pencemar?

Jawab :

Parameter air bersih hampir sama dengan parameter air sehat.  Parameter air sehat  itu diantaranya :

  1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
  2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
  3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
  4. Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
  5. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5 . Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa)
  6. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
  7. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion kalsium (Ca2+)dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakan sukar berbusa dan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapat kerak atau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion Mangan (Mn2+)dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatanpada peralatan dan pakaian yang dicuci.
  8. Tidak mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.

Adapun cara sederhana untuk mengetahui bahwa air rumah tangga itu bebas dari pencemar yaitu salah satunya dengan dilakukan analisis secara sederhana yang dapat dilakukan sendiri di rumah, yaitu sebagai berikut :

  1. Setengah gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan segelas air teh.
  2. Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka hingga satu malam
  3. Periksalah apakah ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.

Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk dikonsumsi.
Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh, maka secara kimia kualitas air itu baik.

Gambar Pengujian kandungan kimia air menggunakan air teh

  1. Terkait water Fillter bagaimana pengawasan kualitas air sehat ? cara kerjanya memasak air atau hanya penyaringan saja?

Jawab :

Air bersih dan air layak minum atau air minum sehat adalah dua hal yang tidak sama tetapi sering dipertukarkan. Tidak semua air bersih layak minum, tetapi air layak minum biasanya berasal dari air bersih. Air bersih perlu diolah dahulu agar layak minum dan menjadi air minum sehat. Pengolahan tersebut, salah satunya bisa dilakukan dengan penyaringan air (water filter).

Water filter jika dilakukan secara tradisional skala rumah tangga biasanya pengawasan terhadap air sehat kurang akurat tetapi setidaknya dapat mengurangi bahan-bahan pencemar.

Berikut beberapa aternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih  dengan cara penyaringan air (penyaringan ini tidak dilakukan pemasakan air) :

  1. a.      saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

  1. b.      Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

  1. c.       Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.

  1. d.      Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir.

  1. e.       Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

  1. f.       Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif.

  1. g.      Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa.

  1. h.      Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

  1. i.        Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

 

  1. j.        Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya. Lihat saringan keramik.