Pertanyaan dan Jawaban Kelompok 3

Atmosfer

  1. Apakah pesawat dan Apollo akan hancur jika melewati lapisan atmosfer?

Jawaban :

Apollo atau pesawat akan hancur apabila bahan-bahan yang terdapat di elemen-elemen lapisan apollo hanya terbuat dari bahan baja atau besi. Namun, apabila apollo atau pesawat  tersebut terbuat dari pasir, apollo tersebut tidak hancur melewati lapisan-lapisan atmosfer. Karena, pasir-pasir yang menempel di bagian apollo tersebut berfungsi menyerap panas yang diakibatkan dari gesekan-gesekan dilapisan ruang atmosfer.

  1. Reaksi Asam- Basa

CO2     water   CO2 (aq)

CO2(aq)  + H2O(aq)                     H+ + HCO3 (aq)

Reaksi di atas terjadi ketika apa?

Jawaban :

Reaksi tersebut terjadi ketika reaksi asam-basa dalam atmosfer, dimana adanya CO2 dalam atmosfer menyebabkan atmosfer bersifat sedikit asam. Jadi, dapat disimpulkan reaksi diatas pembentukan sifat asam dalam atmosfer.

  1. Apa yang menyebabkan lapisan mesosfer mencapai suhu – 1000C ?

Jawaban :

Dilihat dari letak pada ketinggian lapisan mesosfer  antara 55 km- 85 km diatas permukaan bumi. Pada bagian bawah sampai sekitar wilayah pertengahan mesosfer terjadi gejala inversi temperatur dimana suhu mengalami kenaikan sesuai dengan ketinggian. Jadi, semakin tinggi tempat, suhu semakin rendah.

  1. Letak bulan dan satelit berada di lapisan mana?

Jawaban :

Letak bulan berada dilapisan eksosfer dan letak satelit berada dilapisan troposfer

  1. Bagaimana proses terjadinya puting beliung dan terjadi pada lapisan mana di atmosfer?

Jawaban :

Angin kencang/ribut dan puting beliung disebabkan adanya pembentukan awan comulusnimbus yaitu udara sangat tidak mantap. Biasanya disertai pemanasan udara yang sangat kuat. Pada pusat pusaran tekanan udara sangat rendah dan sering terjadi di atas dataran yang luas pada siang hari.

Peristiwa Angin kencang dan puting beliung terjadi pada lapisan Troposfer.

  1. Bagaimanakah proses meteor terbakar  di atmosfer sehingga menjadi batuan-batuan kecil!

Jawaban :

Meteor terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan bumi karena terbakar oleh lapisan atmosfer yang terluar yaitu eksosfer. Serpihan yang mencapai permukaan bumi disebut meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya.

Jika suatu meteor tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

 

  1. Jika pembakaran fosil dalam industri tidak sempurna maka akan menghasilkan CO, bagaimanakah dengan siklus CO2 nya? Dalam bentuk apa akan kembali ke atmosfer?

Jawaban :

Betul sekali bahwa pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan CO, seperti api mengenai permukaan logam dingin atau permukaan yang dilapisi dengan jelaga dan oksidasi sebagian dari batubara maka akan mengasilkan karbon monoksida. Pada pemakaian batubara dari sumber butana atau propana, camper dan boats, dapat memperburuk ventilasi yang secara lambat dan berbahaya menghasilkan monoksida.

Dalam siklus karbon, maka yang akan kembai ke atmosfer tetap CO2. Setelah adanya reaksi seperti berikut ini :

  • Karbon monoksida CO akan bereaksi dengan radikal hidroksil membentuk atom H dan karbon dioksida.
  • Atom H yang terbentuk akan bereaksi secara cepat dengan oksigen membentuk radikal peroksi (HO2).

OH + CO → H + CO2

H + O2 → HO2

  1. Apakah reaksi Fotosintesis yang terjadi di dataran tinggi sama dengan Fotosintesis yang terjadi di dataran rendah?

Jawaban :

Fotosintesis yang terjadi di dataran tinggi akan sama dengan Fotosintesis yang terjadi di dataran rendah, yang membedakannya apakah terjadi pada reaksi terang atau gelap. Fotosisntesis yaitu proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari dan enzim-enzim dengan memanfaatkan energi cahaya. Proses Fotosintesis akan  menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.

6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama:

  • Reaksi terang (karena memerlukan cahaya)  :

Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.

  • Reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida)

Fotosintesis pada reaksi ini tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis ini memicu berbagai proses biokimia. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).

  1. Apakah planet-planet yang lain juga mempunyai atmosfer? Apakah sama lapisan-lapisannya dengan atmosfer bumi?

Jawaban :

Ya, semua planet mempunyai atmosfer dengan lapisan yang berbeda dengan bumi.

  1. Mengapa suhu lapisan atmosfer semakin ke atas, semakin turun?

Jawaban :

semakin tinggi lapisan atmosfer tidak selalu mengalami penurunan suhu, hanya pada lapisan Troposfer dan Mesosfer yang mengalami penurunan suhu, sedangkan pada lapisan Stratosfer dan lapisan thermosfer mengalami kenaikan suhu sesuai dengan adanya kenaikan altitude.

Pada lapisan Troposfer terjadi penurunan suhu dengan adanya kenaikan altitude yaitu dengan adanya penambahan jarak radiasi panas bumi. Lapisan yang paling dingin suhunya di troposfer dikenal sebagai Tropopause hal ini disebabkan adanya kondensasi dari air menjadi partikel-partikel es.

Pada lapisan stratosfer terjadi kenaikan suhu sesuai dengan kenaikan altitude. Kenaikan temperature ini sebagai akibat dari adanya lapisan ozon, O3 yang mencapai konsentrasi 10 ppm dipusat daerah Stratosfer. Ozon mengabsorbsi energy dalam bentuk sinar ultraviolet dan menyebabkan kenaikan temperature.

Dengan kenaikan altitude di lapisan Mesosfer terjadi penurunan suhu kembali yang disebabkan oleh penurunan tingkat radiasi yang diabsorbsi spesi-spesi, terutama oleh ozon pada altitude yang lebih tinggi dari mesosfer dan di atasnya. Sedangkan di lapisan Thermosfer terjadi kenaikan suhu sampai mencapai kurang lebih 12000C karena molekul-molekul dan atom-atom spesi dapat keluar secara sempurna dari atmosfer bumi (lapisan ezosfer).

11. Bagaimana Asal-usul atmosfer?

Menurut ilmu pengetahuan dan agama islam.

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut:

“Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.

Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30)

Kata “ratq” yang di sini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq”. Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq” ini.

Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

  1. Apakah mungkin bumi bisa bergeser dari porosnya?

Bumi dapat bergeser dari porosnya, seperti yang dikatakan Richard Gross, peneliti dari Jet Propulsion Laboratory, NASA. “Rotasi Bumi terus berubah, dan tidak hanya disebabkan oleh gempa, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti angin di atmosfer dan arus samudera,” kata Gross, seperti dikutip dari Science Daily, 10 Mei 2011. “Bagaimana gempa memengaruhi rotasi Bumi tergantung pada skala, lokasi, dan bagaimana gempa terjadi,” ucapnya.(VIVAnews; Copyright © 2011 Santai Sejenak. All Rights Reserved. Magazine Basic theme designed by Themes by bavotasan.com. Powered by WordPress.)

Sebagai contoh akibat gempa dengan magnitude 8,8 yang terjadi tahun lalu di Chile, waktu dalam satu hari telah dipangkas sebesar 1,26 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sekitar 8 cm. Menurut badan Nasional Institut Geofisika dan Vulkanologi di Italia, Gempa bumi berskala sembilan skala Richter yang diikuti gelombang besar tsunami telah memorak-porandakan kawasan pesisir pantai timur Jepang hingga lumpuh pada maret 2011, gempa dahsyat itu juga menggeser pulau utama Jepang dan poros bumi. mengungkapkan, pulau utama Jepang telah tergeser hingga 2,4 meter. Sedangkan poros bumi juga tergeser hampir 10 sentimeter. (Liputan6.com, 13/03/2011 16:23 )